Jumat, 21 Februari 2014

Perjalanan saat Kelud Meletus

Diposkan oleh Oferia Chacha di 12:12 AM
Reaksi: 
0 komentar
Kamis, 13 Februari 2014 gunung Kelud di Jawa Timur tepatnya Kabupaten Kediri kembali meletus. Kelud yang terkenal dengan kisah Dewi Kilisuci vs 2 Suro (Lembu n Mahesa) itu memuntahkan berjuta-juta kubik isi perutnya sampai menjangkau daerah Bandung – Jawa Barat (+- 600 km). tapi jangan salah lo,, gak semuanya terkena debu itu. Soalnya pasir/debu itu tergantung sama banyak hal terutama arah angin saat kejadian.
Kata nenekku kejadian Kelud tahun 1990 itu kotaku Trenggalek berantakannya minta ampun, banyak pohon2 patah2, atap rumah full dengan abu, bahkan beberapa rumah di desa jatuh karena gak kuat menahan beban abu diatapnya. Tapi letusan 2014 ini, Trenggalek aman2 saja, Cuma kena ujan abu jam 1 malam, tapi besok paginya gak berjejak terbawa angin, Alhamdulillah begitu juga dengan Malang kota yang malah gak ada apa2 J
Saya bukan asli orang Kediri tapi hidup saya ini gak jauh-jauh dari Kediri. Di Kediri Kota ada sebuah pondok bernama Pondok Kedunglo dengan amalan shalawat wahidiah. Di pondok tersebutlah keluarga saya (cowok2) yaitu ayah dan kakak saya mondok disitu, bahkan sekarang kakak saya jadi pengurus disitu.
Jadi isi posting kali ini saya pengen menceritakan pengalamanku sendiri + dari sumber2 terpercaya (keluarga) soal gunung Kelud.. #ciaahhh
Karena saya berdomisili di Malang akibat kuliah, jadi saya gak mengamati sih saat letusan itu. Kamis malam itu saya yang tidur tiba2 di telpon kakak sekitar jam 11. Wah suaranya keras banget petirnya, bersahut-sahutan. “Gunung kelud meletus dek, ini disini pada gak tidur, anak2 pondok pada mujahadah semua, yg asalnya jauh pada nangis takut n keingat orangtuanya mungkin”. Kos kakak saya sendiri bagian depannya jatuh, jadi listrik di hampir semua kamar mati kurang lebih 2 hari.
Jadi begitulah suasana pondok, santri-santri diintruksikan mujahadah malam itu. Beberapa dari mereka yang masih SD n SMP menangis di maqam. Pondok Kedunglo terletak di barat sungai Brantas berseberangan dengan Klenteng di sisi timur sungai Brantas. Kata teman kakakku yang kebetulan sedang berada di dealer saat kejadian (dealer motor itu di timur Brantas) berasa gempanya. Tapi sisi barat Brantas gak ngerasain gempa tersebut. Jadi orang2 disekitar Bandar langsung ngehubungin sama dongeng Bahwa yang berada di barat Brantas tidak separah di timur sebab dikisahkan bahwa Brantas adalah selendang Dewi Kilisuci. (dongeng dikit gakpapalah J )
Terlepas dari itu sesuai rencana minggu sebelumnya hari jumat selepas subuhan saya berangkat ke Kediri (karena mbah buyut wafat usia 106 tahun di Galek n ada acara ulangtahun adek sepupu). Nah jalur Malang-Kediri yang lewat Pujon putus, lewat Blitar di tutup, jadi terpaksa saya memutar lewat Malang- Pasuruan- Mojokerto-Jombang-Pare, haduh panjangnyaaaa. Saat jam 6 pagi saya sampai di Pasuruan tepatnya di jalan masuk taman Safari Indonesia II itu looh, disitu udah mulai hujan abu, semua orang sibuk nutupin hidung dan matanya kedip2 mencari sela. (bekas ujan abu semalam yang naik2 kena kendaraan yg lewat)
Parahnya sih waktu masuk Pare-Kediri, jadinya pasir mulai menebal dan semakin dalam di bumbui beberapa hiasan kerikil dan hujan pasir dari sisa di pohon-pohon pinggir jalan. Teman saya sih inisiatif lewat Pagu aja, tapi saya malah pengen lihat kondisi Simpang Lima Gumul (SLG) yang juga jadi posko pengungsian utama. MasyaAllah, seperti lautan pasir, gak berasa Parisnya, malah berasa di Gurun Sahara, pasirnya luas, dalam, putih, dan jalannya kami yang Cuma naik motor matic terseok-seok dan lambat seperti jalannya keong. Tapi itu #pengalamanseru J
Ngelihat tim SAR yang sibuk menanggapi darurat, ngelihat tim Relawan yang gotong keperluan, Subhanallah. Begitulah ujian Allah datang, selalu ada hikmah dibaliknya. Bencana sih emang bencana, tapi keuntungannya loh banyak. Ini dari persepsi saya sendiri tapi kalau mau di daftar kurang lebihnya ini :
1.    Bahan tambang sehabis letusan banyak, mulai dari belerang, logam (emas,perak,timah,marmer) dan permata.
2.    Abunya yang sampai Bandung itu loo buat subur tanaman sesudahnya, membantu mengembalikan kesuburan tanah yang sudah tercemar banyak hal.
3.    Akibat kejadian ini rasa simpati, rasa empati, rasa saling memiliki tumbuh.
Contoh soal : relawan yang datang, insyaAllah niat tulusnya Allah yang balas.
4.    Presiden dan banyak menteri yang datang
Yap pak SBY nunjukin rasa empatinya, hari senin beliau datang bersama banyak menteri. Terlepas dari beberapa pandangan orang lain, menurut saya sedikit banyak pengungsi tersebut bahagia mendapat kunjungan petinggi di negaranya. Beliau juga memberi bantuan untuk meringankan beban pengungsi letusan Kelud.
Saya sih memandangnya itu bukan sekedar tugas, dibanding dengan berjuta-juta masalah yang ada dan banyak pertemuan penting yang dibatalkan akibat kunjungan ini beliau menyempatkan diri dan memotong list kerjanya untuk datang ke Kediri.
Menjenguk warganya yang sedang meninggalkan rumah akibat insiden ini.
Suwun seng katah pak sampun raos dateng Kediri J
5.    Memperbaiki hubungan Persik dan Arema. Wkwkwk. Meskipun saya bukan pengamat bola tapi kedua kubu ini sempat bersitegang gara2 kejadian Arema bakar peralatan stadium Gajayana waktu kalah bertanding dari tim manaaaa gitu. Kata temanku yang anak Kediri sih semenjak itu anak Kediri agak sensi dengan Arema. Selebihnya Wallahu a’lam, saya Cuma mendengar ini dari anak Kediri.
Tapi kabar bagusnya mereka sudah berinisiatif damai sebelumnya, dan kata mas Samid (anak Ultras Gresik yang jadi tamu) di pertemuan Arema n Persik di acara perbaikan hubungan antar supporter. Perwakilan Arema pernah bilang “Arema ingin nunjukin I’tikad baiknya”.
Saya lihat sendiri sih waktu balik ke Malang, Senin 16 Februari, banyak arema yang turun di jalan2 mencari sumbangan untuk korban Kelud. #suwun yaaaa ^^ terimakasih yang banyak kepada semua pihak yang peduli dan ikut mendoakan serta memberikan dukungan yang baik untuk kejadian ini.

Cerita lucu sihh kata orang-orang dari kecamatan Papar-Kediri, kata mereka “Gara2 Brantas terus dikeruk pasirnya oleh oknum yang gak tanggung jawab, itu sama Allah di penuhin lagi Brantasnya, di Jok’i eneh kelar bek sak Kediri”. (dipenuhin lagi sampai full satu Kediri) Hahaha ini sindiran bagus buat para pengeruk pasir di Sungai Brantas. Seperti yang kita tahu kegiatan illegal ini dapat merusak seluruh DAS yang dikeruk #cintalingkungan
Btw, di Kediri kota pasir yang dikumpulin itu dibeli loo sama penjual pasir, 1 pick upnya 400ribu rupiah, rumayankan?? J

Yang saya pengen tekanin dari posting ini sih :
Hal apapun yang terjadi tergantung bagaimana cara kita melihat, yap.. sangat tergantung dari sudut pandang yang kita pakai. Jika orang lain melihat ini sebagai bencana, tapi coba lihat berapa banyak yang Allah SWT ganti untuk kejadian ini. Jadi sewajarnya kita bersyukur, dan saling membantu ketika siapapun mendapat kesusahan.
Rame2 kan enak to rekk :D
Seperti pemandangan dunia pondok, mereka rok’an (bersih2 rame2) selama 2 hari full. Indah ngelihatnya juga, jarang2 Kota Kediri ditimpuki Pasir sebanyak itu, hehe. #wisataKelud

Ini foto2 yang saya ambil sendiri pasca perjalanan panjang melewati 7 kabupaten ini, yapz dari Malang-Pasuruan-Mojokerto-Jombang-Kediri-Tulungagung-Trenggalek J

#pengalamanhebat

Jumat, 31 Januari 2014

IP bagus atau aktif kegiatan? Pertanyaan awal untuk para MABA

Diposkan oleh Oferia Chacha di 6:08 AM
Reaksi: 
0 komentar
Alhamdulillah, syukur sebesar-besarnya untuk Allah SWT. Dan juga terimakasih sebanyak-banyaknya untuk orangtua saya yg jauh di Merauke sana. J
Well, kemaren sempet merasa drop akan IP yg saya takutkan bakal jatuh, waah senengnya ternyata IP semester 5 ini justru yg paling tinggi, 3,864 (scale 0/4) dan bersambut ke IPKku yang sekarang 3,52,, akhirnya IPK bisa cumlaude juga :D ini tampilan KHS (kartu hasil studi) semester 5 yang baru saja berakhir :)

Hehe,, ini mimpi pertamaku saat MABA (mahasiswa baru) dulu,, aku berharap bisa mempunyai IPK cumlaude. Memang IP bukan menjadi 1 hal yang pasti bahwa kita itu pintar, bahwa kita itu aktif, bahkan ada sebagian orang yang justru saat kuliah malah sibuk di bidang non akademis lain.
Sebenarnya gak ada yang salah menurutku, namun terkadang heran juga jika ada mahasiswa yang sibuk mengkritisi mahasiswa pengejar ip namun tidak aktif di kegiatan non akademik, selalu bangga akan segudang prestasinya jadi politisi mahasiswa padahal dirinya sendiri punya ip yg hanya sekedar pas-pasan. #nahloh
Menurutku kurang sempurna juga jika memang hanya sibuk belajar tanpa mengikuti beberapa kegiatan kampus yg lain, tahunya Cuma datang, duduk, mendengarkan, terus belajar di rumah biar hasil IPnya tinggi. Nah orang seperti ini biasanya punya sisi sosial yang kurang. Tapi satu hal yang pasti ia memiliki kelebihan yaitu untuk belajar J
 Kalau aku sendiri sih orang yang berada diantara keduanya, haha. Bagiku IP penting sebab setidaknya itu bentuk pertanggungjawaban mahasiswa kepada orangtuanya, apalagi jika masih berbiaya dari orangtua. Aku juga mengikuti beberapa kegiatan kampus, meskipun kadang gak aktif banget sih untuk level kampus (cth komunitas bahasa inggris-FORMASI). Tapi setidaknya aku masih ikut dan aktif di Komunitas jurusan yaitu Robotika (Sebagai bendahara J ). Aku lebih senang lagi ikut komunitas backpacker soalnya seneng traveling, hahaha
Tapi nih yaa kalau ditanya MABA disuruh milih, IP bagus atau kegiatan non akademis yang full? Aku bakal milih IP bagus duluan, jelas tugas mahasiswa adalah mengembangkan keahlian sesuai dengan jurusannya. Jika saat itu IPmu bagus kemudian ambil beberapa kegiatan non akademis, kalau jeblok ya mulai kurangi. Kalau kamu hanya ingin mengambil kegiatan non akademis menurutku bahkan jika kamu bukan mahasiswa kamu bisa melakukannya. Banyak kegiatan non akademis yang lain yang gak kamu dapatkan hanya di kampus. cth : kegiatan mengajar di sekolah2 darurat, bantuan kps bencana alam, skill menjadi relawan dll
Tapi sebagai mahasiswa yang baik, cobalah melakukan keduanya dengan seimbang. Jaga IP mu, dan juga kembangkan sisi sosialmu dengan banyak bersosialisasi.. Chayo J

Sabtu, 25 Januari 2014

Semoga Cepat Kembali...

Diposkan oleh Oferia Chacha di 6:56 AM
Reaksi: 
0 komentar
Jadi setelah shalat shubuh aku internetan untuk lihat hasil nilai yg keluar,, wah sejauh ini bagus,, gimana hasil fixnya yaa?? Alhamdulillah J Terus lihat jejaring social dari facebook, twitter dan tentu blok tercinta ini :D
Ada satu temanku dari SMP dulu sampai SMA, kita tidak pernah sekelas, tapi aku cukup tau karakternya karena kita beberapa kali bermain. Sebenarnya dia orang yang baik, hanya saja kurang mendapat pendidikan agama yg tepat.. dia orangnya ganteng dan memiliki garis keturunan dari Thailand kalau gak salah..
Aku ingat dulu pernah membantu dia menghafal surat Al-fatihah, ya sebuah surat yg bahkan wajib dibaca ketika shalat 5 waktu saja ia tak tahu.. tapi sebenarnya jika dia berada dilingkungan yg tepat, dia mampu kok dan mau untuk belajar agama..
Aku ingat saat kelas X SMA kalau tidak salah, kita di tes untuk beberapa rangkaian shalat sunah dan wajib, dia berusaha keras hafalin itu loh,, Lama tidak berjumpa (setelah pindah ke Pulau Jawa) ternyata dia banyak berubah.
Di jejaring social itu sesekali aku melihat statusnya karena dia temanku, ia semakin jauh dari agama ini,, isinya hanya mengeluh, berantem atau menyalahkan orang lain. Bahkan terakhir kali ia mengaku kalau sudah "Gay". Beberapa kali aku masih menegur dan dia selalu bilang aku gakpapa cha, tapi dia selalu berlemah lembut juga, jadi aku yakin sebenarnya dia mempunyai sisi yang baik.
Pagi ini aku lihat dia nulis statusnya begini :

Wah status ini menimbulkan panjang perdebatan sampai 104 komentar, disitu temanku yg lain yg sesame nasrani tapi berbeda (satunya advent satunya katolik mungkin) berdebat perihal makan anjing.
Memang aku beberapa kali mempunyai teman adven, dan disana itu hari yg diagungkan sabat/sabtu (jadi kalau sabtu temanku ini tidak datang ke sekolah) dan tidakboleh memakan anjing/babi dan dia sedang berdebat sama anak lain yg menurut agama katolik/protestan boleh memakan anjing/babi.
Ada lagi yg muslim mengingatkan namun ada yg salah karena malah menjudge islam ktp-lah, symbol doang atau apa,, jujur aku berterimakasih mereka ikut perhatian, namun seharusnya tidak perlu untuk menilai orang lain apalagi memvonis soal agama, bukankah kita tidak tahu kedepannya nanti kita seperti apa??
Kembali lagi ke si F ini, jadi aku mutusin ikut komen jadi tukang komen selanjutnya, itu karena aku gak mau dia terlalu jauh menyimpang.
kamu bertanya untuk apa f? untuk ngetes pengetahuanmu atau untuk melihat reaksi org lain? saranku yaa jika kamu benar2 ingin tahu datangi org yg benar2 mengerti, jika kamu muslim datang pada seorang ulama yg alim, alim=tahu/mengerti,, jika kamu bukan muslim silahkan datang pada seorang yang juga dihormati sesuai agamamu.
aku kasih pendapat aku yaa sbgai seorg temanmu dan seorang muslim yg masih sangat awam..
didalam agama kita ada yg disebut akidah dan hubungan sesama manusia,, kita boleh bertoleransi dgn berteman selama itu adalah hubungan sesama manusia,, tapi kalau sudah memasuki wilayah akidah maka itu diharamkan,, seperti kita tahu bahwa memakan daging babi itu diharamkan,, jelas kamu sudah melakukan sesuatu yg sesuai hukumnya jika dilakukan maka kamu berdosa, jika ditinggalka kamu mendapat pahala.. semoga Allah selalu melindungi kamu f,,  J  
Hmm,, seenggaknya gugur 1 bebanku mengingatkan temanku ini.. meskipun komenku tidak sepenuhnya menyelesaikan status ini, aku harap orang2 terbuka hatinya, bagi sesama muslim juga harap mengingatkan seseorang dengan lemah lembut.. Jangan sampai seperti FPI yg justru merusak wajah islam yang asli.
Bukankah islam datang sebagai penyelamat? Islam datang dengan damai, sehingga ia berkembang dengan pesat karena banyak orang merasa hangat akan hadirnya islam.
Dia itu menurutku harus diperhatikan dengan lembut, kalau dia merasa di sayangi aku rasa dia dapat kembali untuk belajar lagi.. dapat diambil pelajaran juga untuk nanti membesarkan calon anak2ku kelak dengan pendidikan agama yg baik.

Semoga Allah melindung kita semua,, Aamiiin J
 

Oferia's Blog_Creative Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei